MATI UNTUK MENGHIDUPI (YOHANES 12:24)
Ada sebutir benih jagung yang paling unggul, kuning mengkilap, utuh, dan tampak sempurna. Ia disimpan di dalam lumbung yang kering dan aman, dan di sana ia merasa bangga dengan dirinya. Ia tidak ingin keluar, karena baginya tempat itu nyaman dan menjaga keindahannya tetap utuh. Namun suatu hari, seorang petani mengambil benih itu dan membawanya ke ladang. Benih itu ketakutan ketika melihat tanah yang kotor dan gelap, apalagi saat ia dikuburkan. Ia merasa hidupnya berakhir ketika kulitnya mulai pecah dan isinya hancur. Tetapi justru dari kehancuran itulah muncul tunas baru yang terus bertumbuh hingga menjadi tanaman yang menghasilkan banyak buah. Jika benih itu tetap tinggal di lumbung, ia hanya akan menjadi satu butir yang akhirnya tidak berguna, tetapi karena ia “mati”, ia justru melahirkan kehidupan yang berlimpah. Konteks Yohanes 12:24 ketika Yesus Kristus berkata bahwa jika biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, te...
.png)
.png)
.png)
.png)

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)